NADIKABAR.COM — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa industri mode memiliki peran strategis dalam mengembangkan pariwisata berkualitas, khususnya melalui penguatan wisata belanja.

“Karya mode dapat menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia,” kata Menpar Widiyanti dalam pembukaan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027, di Jakarta, Senin.

Kementerian Pariwisata, lanjut Menpar Widiyanti, ingin semakin banyak wisatawan mengenal karya para desainer Indonesia, mengunjungi sentra-sentra wastra, menyaksikan proses kreatif para perajin, serta membawa pulang produk yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.

“Melalui pengembangan wisata belanja, kami berupaya meningkatkan pengeluaran wisatawan, memperkuat usaha lokal, serta memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai destinasi di Indonesia,” tutur dia.

Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki para desainer dengan talenta luar biasa yang mampu mengolah kekayaan wastra Nusantara menjadi karya mode kontemporer dengan identitas budaya yang khas dan daya tarik internasional. Kreativitas mereka turut memberikan kontribusi yang penting bagi pembangunan ekonomi kreatif nasional.

Menpar Widiyanti mengatakan pada tahun 2025, industri fesyen Indonesia memberikan kontribusi lebih dari Rp245 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan pertumbuhan sebesar 5,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini mencerminkan kekuatan industri mode Indonesia, semakin luasnya kehadiran karya-karya Indonesia di pasar global, serta peluang ekonomi yang tercipta bagi para desainer, perajin, dan pelaku usaha terkait,” ujar dia.

Menpar Widiyanti menyambut dengan antusias penyelenggaraan gelaram mode fesyen Jakarta Fashion Week 2027 yang tahun ini hadir dengan tema “City of New Lights”.

Ia juga mengapresiasi Jakarta Fashion Week atas dedikasi dan komitmen yang terus terjaga selama 18 tahun dalam mendukung perkembangan industri mode Indonesia, dan telah menjadi salah satu panggung penting bagi para desainer ternama, ruang pengembangan talenta-talenta baru, sekaligus sarana untuk memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada masyarakat internasional.

Kementerian Kebudayaan berharap Jakarta Fashion Week terus memberdayakan generasi baru desainer, memperkuat industri mode Indonesia, serta memperluas jangkauan kreativitas bangsa ke panggung global.

"Sejalan dengan semangat ‘City of New Lights’, semoga Jakarta Fashion Week terus melahirkan gagasan-gagasan baru, membuka peluang yang bermakna, dan menjadi bagian dari masa depan yang semakin cerah bagi industri mode dan pariwisata Indonesia," kata Menpar Widiyanti.

Menpar Widiyanti mengatakan bahwa mode juga memiliki bahasa universal yang mampu menghubungkan masyarakat dari beragam latar belakang budaya dan melampaui batas-batas negara.

“Melalui fashion diplomacy, kita dapat merayakan kekayaan identitas budaya masing-masing, memperkuat saling pengertian, serta membangun persahabatan yang berkelanjutan,” tutur dia.

Semangat inilah, lanjut Widiyanti, yang melandasi peluncuran “Sea Waves Initiative”, berupa sebuah pameran yang merayakan kekayaan tradisi wastra dan kebaya Asia Tenggara di Museum Nasional Indonesia.

Rangkaian inisiatif ini akan berlanjut melalui South East Asia (SEA) Fashion Parade pada 1 November mendatang, yang akan menghadirkan karya para desainer dari 6 negara Asia Tenggara.

“Kami memiliki aspirasi untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat mode Asia Tenggara atau Fashion Capital of Southeast Asia, tempat bertemu talenta-talenta kreatif dari berbagai negara di kawasan untuk berkarya dan berkolaborasi,” kata dia.

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Jakarta Fashion Week menggagas sebuah program “Sea Waves Initiative” yang merupakan inisiatif diplomasi menghubungkan negara Asia Tenggara melalui fesyen, wastra, dan warisan budaya untuk memperkuat identitas kawasan di panggung global.