NADIKABAR.COM β€” Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai diplomasi yang dilakukan melalui fesyen dapat menjadi salah satu pendekatan untuk merayakan keberagaman, memperluas pemahaman lintas budaya, serta mempererat persahabatan antarnegara di Asia Tenggara.

β€œPengakuan ini menegaskan bahwa fesyen bukan sekadar sebuah industri, melainkan juga wujud ekspresi identitas budaya sekaligus sarana penting untuk semakin mendekatkan bangsa-bangsa di kawasan," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Widiyanti mengatakan diplomasi dapat dilakukan melalui peragaan busana seperti Jakarta Fashion Week (JFW) maupun parade seperti Southeast Asian Fashion Parade.

Southeast Asian Fashion Parade dihadirkan sebagai perayaan modernitas, keberagaman, dan orisinalitas fesyen Asia Tenggara. Peragaan ini menampilkan koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) kontemporer yang merepresentasikan karakter, kreativitas, serta visi khas para desainer dari enam negara.

Enam desainer yang berpartisipasi adalah Rizman Ruzaini dari Malaysia, GINLEE dari Singapura, Renz Reyes dari Filipina, Natacha Van dari Kamboja, THAT dari Vietnam, serta TANDT dari Thailand.

Dia menyebut kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen ASEAN dalam meningkatkan kerja sama kebudayaan serta mempererat hubungan antarbangsa di kawasan.

Komitmen tersebut tercermin melalui Declaration on Cultural Heritage yang diadopsi ASEAN di Bangkok pada 25 Juli 2000, yang mengakui fesyen sebagai bagian dari warisan budaya populer kawasan.

Sebelumnya pada 26 Oktober 2026, Kementerian Pariwisata bersama Jakarta Fashion Week dan sejumlah mitra meresmikan pameran Waves of Weave di Museum Nasional Indonesia. Pameran tersebut menghadirkan kekayaan tekstil tradisional dan kebaya dari berbagai negara Asia Tenggara yang dapat dinikmati pengunjung hingga 8 Januari 2027.

Pemilihan lokasi di Jakarta pun, dikatakannya, karena potensi strategis yang ibu kota miliki sebagai pusat pertemuan dan kolaborasi kreatif kawasan.

Sebagai kota tempat berkedudukannya Sekretariat ASEAN, Jakarta tidak hanya menjadi titik temu diplomasi regional, tetapi juga berpeluang menjadi ruang bagi desainer, pelaku usaha, dan komunitas fesyen Asia Tenggara untuk bertukar gagasan serta membuka peluang kerja sama.

Dalam konteks tersebut, Jakarta Fashion Week berperan sebagai platform yang memberikan ruang bagi desainer mapan, talenta baru, dan pelaku industri fesyen untuk memperluas jejaring sekaligus membangun kolaborasi internasional.

Penyelenggaraan Southeast Asian Fashion Parade juga menjadi bagian dari rangkaian penutup Jakarta Fashion Week 2027 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 dengan mengusung semangat City of New Lights.