Widiyanti menyebutkan realisasi investasi sektor pariwisata nasional pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun atau meningkat 56,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara pada semester pertama 2026, investasi sektor pariwisata mencapai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut dia, kehadiran Eiger Nature menjadi salah satu contoh investasi wisata berbasis alam yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia jasa wisata, serta penyerapan tenaga kerja.

Ia mengungkapkan Eiger Nature telah menyerap sekitar 600 pekerja lokal dan diharapkan mampu meningkatkan jumlahnya hingga 2.000 orang melalui pengembangan investasi tahap berikutnya.

"Tadi saya tanya dengan Bapak, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang," ujarnya.

Widiyanti mengingatkan pengembangan wisata berbasis alam harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, konservasi ekosistem, mitigasi risiko bencana, serta keselamatan wisatawan.

Sementara itu, CEO Eiger Nature Ronny Lukito mengatakan pengembangan destinasi tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, khususnya pada kawasan yang berada dalam zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Ia menyebutkan penggunaan lahan untuk pembangunan di kawasan tersebut baru mencapai sekitar 1,5 persen, meskipun menurut keterangannya ketentuan yang berlaku memungkinkan pemanfaatan hingga 10 persen.