"Eiger Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan," kata Ronny.
Menurut dia, pengelola juga telah melakukan penanaman sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi lingkungan.
Selain itu, Eiger Nature menerapkan konsep pengendalian limpasan air melalui pembangunan sumur resapan dan kolam retensi untuk menjaga fungsi ekologis kawasan.
Direktur Eiger Nature Imanuel Wirajaya mengatakan destinasi wisata tersebut direncanakan mulai dibuka secara bertahap untuk masyarakat pada Senin (2/11).
Ia menjelaskan Eiger Nature mengandalkan panorama alam pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.
"Aset utama dari Eiger Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya," kata Imanuel.
Ia berharap pengembangan destinasi tersebut tidak hanya menghadirkan pilihan wisata baru, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian alam dan budaya Indonesia.
Imanuel menambahkan pengembangan Eiger Nature diharapkan dapat melibatkan masyarakat sekitar dalam mewujudkan ekowisata berkelanjutan di Kecamatan Megamendung.