NADIKABAR.COM — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut peluncuran Eiger Nature di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai destinasi baru yang memperkaya pilihan wisata alam dan petualangan di Indonesia.

"Saya menyambut baik inisiatif ini, terlebih ketika wisata alam dan petualangan semakin mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata dunia," kata Widiyanti saat menghadiri peluncuran awal Eiger Nature di Megamendung, Selasa.

Ia mengapresiasi langkah Eiger yang mengembangkan usahanya dari penyedia perlengkapan kegiatan luar ruang menjadi pengelola atraksi wisata berbasis alam setelah melalui proses persiapan selama sekitar lima tahun.

Menurut dia, pengembangan destinasi tersebut sejalan dengan perubahan tren pariwisata global yang semakin mengarah pada pengalaman wisata personal, autentik, dan berkelanjutan.

Widiyanti menjelaskan berdasarkan Indonesia Tourism Outlook 2026–2027, wisata ramah lingkungan menempati peringkat ketiga, sedangkan wisata alam dan petualangan berada pada peringkat kelima dari lima tren utama pariwisata Indonesia.

Selain itu, hasil Agoda Sustainable Travel Survey 2026 menunjukkan sebanyak 93 persen wisatawan Indonesia mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam menentukan pilihan perjalanan.

Ia mengatakan perkembangan tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing pariwisata melalui pengembangan atraksi wisata alam yang berkualitas.

Kementerian Pariwisata, lanjut dia, terus mendorong investasi pada pengembangan destinasi baru untuk meningkatkan daya tarik wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Widiyanti menyebutkan realisasi investasi sektor pariwisata nasional pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun atau meningkat 56,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara pada semester pertama 2026, investasi sektor pariwisata mencapai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut dia, kehadiran Eiger Nature menjadi salah satu contoh investasi wisata berbasis alam yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia jasa wisata, serta penyerapan tenaga kerja.

Ia mengungkapkan Eiger Nature telah menyerap sekitar 600 pekerja lokal dan diharapkan mampu meningkatkan jumlahnya hingga 2.000 orang melalui pengembangan investasi tahap berikutnya.

"Tadi saya tanya dengan Bapak, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang," ujarnya.

Widiyanti mengingatkan pengembangan wisata berbasis alam harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan, konservasi ekosistem, mitigasi risiko bencana, serta keselamatan wisatawan.

Sementara itu, CEO Eiger Nature Ronny Lukito mengatakan pengembangan destinasi tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, khususnya pada kawasan yang berada dalam zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Ia menyebutkan penggunaan lahan untuk pembangunan di kawasan tersebut baru mencapai sekitar 1,5 persen, meskipun menurut keterangannya ketentuan yang berlaku memungkinkan pemanfaatan hingga 10 persen.

"Eiger Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan," kata Ronny.

Menurut dia, pengelola juga telah melakukan penanaman sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi lingkungan.

Selain itu, Eiger Nature menerapkan konsep pengendalian limpasan air melalui pembangunan sumur resapan dan kolam retensi untuk menjaga fungsi ekologis kawasan.

Direktur Eiger Nature Imanuel Wirajaya mengatakan destinasi wisata tersebut direncanakan mulai dibuka secara bertahap untuk masyarakat pada Senin (2/11).

Ia menjelaskan Eiger Nature mengandalkan panorama alam pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, sebagai daya tarik utama bagi wisatawan.

"Aset utama dari Eiger Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya," kata Imanuel.

Ia berharap pengembangan destinasi tersebut tidak hanya menghadirkan pilihan wisata baru, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian alam dan budaya Indonesia.

Imanuel menambahkan pengembangan Eiger Nature diharapkan dapat melibatkan masyarakat sekitar dalam mewujudkan ekowisata berkelanjutan di Kecamatan Megamendung.