Widiyanti menilai Indonesia dengan kekayaan alam dan infrastruktur pendukung, memiliki potensi yang besar dalam pengembangan wisata berbasis olahraga.

Berbagai event berstandar internasional telah mencatatkan kesuksesan dalam penyelenggaraanya di Indonesia.

Salah satunya MotoGP Mandalika di tahun 2025 memberikan dampak ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp2,7 hingga 4,7 triliun.

Selain itu juga ada HYROX Jakarta yang diselenggarakan pada 27 sampai 28 Juni 2026 dengan jumlah peserta mencapai 11.500, menjadikannya sebagai event Hyrox dengan jumlah peserta terbesar di Asia Pasifik, di mana 15 persen di antaranya berkewarganegaraan asing.

Indonesia juga memiliki banyak event olahraga dengan intellectual property seperti Jakarta International Marathon, serta berbagai event-event yang menjadi pengungkit destinasi pariwisata Indonesia seperti rangkaian Geopark Run.

Meski demikian, ia menyoroti pengembangan wisata olahraga memiliki sejumlah tantangan seperti pemerataan, di mana event olahraga harus dapat menyebar dan tumbuh di setiap daerah, tidak hanya terkonsentrasi di sebagian destinasi unggulan.