NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mempersilakan anak muda Indonesia untuk 'kabur' atau bekerja di luar negeri. Namun, ia mengingatkan pentingnya mengikuti pelatihan agar keterampilan mereka memadai.

Sarmuji mengatakan pelatihan tersebut disediakan melalui kerja sama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Program ini diharapkan membantu tenaga kerja Indonesia bersaing di luar negeri.

"Teman-teman yang muda boleh kabur ke luar negeri, tapi setelah dilatih oleh P2MI dan Kementerian Perindustrian. Karena kalau jangankan kabur ke luar negeri, kabur ke luar rumah saja kalau nggak ada pelatihan nanti enggak bisa makan bakso, repot. Ayo kita luruskan keinginan kita, kita tetap berbakti kepada bangsa dan negara dengan posisi kita masing-masing," ujar Sarmuji di Balai Diklat Industri, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Sarmuji menjelaskan pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Apalagi serapan tenaga kerja diprediksi menyusut seiring dengan pemanfaatan teknologi.

Indonesia memiliki bonus demografi berupa penduduk usia produktif yang melimpah. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sejumlah negara maju yang menghadapi stagnasi hingga penurunan jumlah penduduk.