NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji meyakini Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur memberikan manfaat bagi penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Tenaga kerja yang terserap di industri yang ada di JIIPE ini 70% merupakan warga lokal di Gresik dan Jawa Timur. Dengan begitu, ekonomi daerah diyakini akan ikut terdongkrak.
"Ya, itu harus ada sosialisasi tentang kemanfaatan sebuah kawasan industri. Seperti Gresik ini kan mendapatkan manfaat yang cukup besar ya, adanya JIIPE, tenaga kerjanya keserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri," ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Hal ini disampaikan kunjungan ke Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (16/10) kemarin. Saat kunjungan, Sarmuji mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan kawasan, infrastruktur, dan utilitas, serta meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi di sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, dan kimia.
Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola kawasan industri JIIPE, Bambang Soetiono, menjelaskan bahwa JIIPE dikembangkan melalui integrasi kawasan industri, pelabuhan laut dalam, dan fasilitas penunjang. Area industri seluas 1.761 hektare (ha) didukung area pelabuhan 406 ha serta area residensial 800 ha.
"Sekitar 60% lahan sudah terjual," ujar Bambang.
Perusahaan yang telah berinvestasi di JIIPE antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM. Bambang menilai kelengkapan infrastruktur dan utilitas serta akses pelabuhan laut dalam menjadi keunggulan kawasan dalam mendukung operasional dan kebutuhan logistik industri.
"Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS," jelas Bambang.
Rencana pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan bagian dari pengembangan dukungan energi kawasan. Kesiapan infrastruktur, utilitas, dan konektivitas logistik menjadi faktor penting untuk mendukung kegiatan serta ekspansi industri.
Ekosistem hilirisasi logam JIIPE mencakup pengolahan tembaga dan pemurnian logam mulia, manufaktur turunan tembaga, serta pengembangan proyek logam mulia. Manufaktur kaca fotovoltaik mendukung rantai pasok industri tenaga surya, sementara investasi kimia memperluas kegiatan industri proses.