Pada periode yang sama, sektor tersebut menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekitar 38,98 persen terhadap realisasi investasi nasional, dan 82,40 persen terhadap ekspor nasional. Sebanyak 14 dari 15 subsektor industri pengolahan nonmigas juga mencatatkan pertumbuhan positif.
Berdasarkan data Manufacturing Value Added (MVA) tahun 2025 yang dirilis World Bank, nilai tambah industri manufaktur Indonesia mencapai 275,61 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-12 dunia dan pertama di Asia Tenggara.
Khusus industri makanan dan minuman, sektor ini memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada semester I 2026, industri makanan dan minuman menyumbang 41,86 persen terhadap PDB industri nonmigas dan 7,16 persen terhadap PDB nasional, serta tumbuh 6,77 persen.
Ia menjelaskan, dalam pengembangannya, rumput laut menjadi salah satu komoditas yang berpotensi besar diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah.