Kedua indikator tersebut menurutnya, menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Sarmuji menilai, peluang pengembangan industri juga ditopang oleh besarnya pasar domestik Indonesia yang memiliki 287,2 juta penduduk.

Selain itu, konsumsi rumah tangga pada 2025 tercatat sebesar Rp12.834,8 triliun, dengan 78 persen produk manufaktur nasional diserap pasar dalam negeri.

"Jadi sekalipun di dunia ada gejolak ekonomi global, ada disrupsi yang mungkin sangat tinggi di dunia internasional, tapi ketahanan industri kita sebenarnya masih cukup kuat ditopang oleh potensi pasar domestik yang sangat besar," ujarnya.