NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyebut diversifikasi produk kain ulos menjadi busana siap pakai, aksesori fesyen, dekorasi interior, hingga cinderamata, membuka peluang bagi industri kecil menengah (IKM) tenun ulos untuk menembus pasar ekspor.
Sarmuji menyampaikan, pengembangan produk berbasis kain tradisional Batak tersebut dapat memperluas pemanfaatan ulos sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi para perajin.
"Kita tidak cukup hanya menjaga agar ulos tetap ada, tetapi juga harus memastikan agar ulos tetap hidup, digunakan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya," ujar Sarmuji di Jakarta, Selasa.
Menurut Sarmuji, peluang pengembangan ulos tercermin dari kinerja ekspor tenun ikat Indonesia. Pada semester I 2026, nilai ekspor tenun ikat mencapai 34 ribu dolar AS, meningkat 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,6 ribu dolar AS.