Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan, industri tenun tradisional masih menghadapi tantangan, antara lain keberlanjutan keterampilan menenun, regenerasi perajin, inovasi desain, dan peningkatan kualitas produk.
"Kementerian Perindustrian berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ekosistem industri ulos melalui sejumlah program pengembangan dan pembinaan, seperti penguatan SDM dan kewirausahaan melalui pelatihan, webinar, talkshow, serta penumbuhan wirausaha baru IKM," kata Reni.
Ia menambahkan, pemerintah juga mendukung perlindungan kekhasan produk daerah melalui sertifikasi Indikasi Geografis.
"Produk ulos yang telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis adalah Tenun Ulos Ragidup Silindung dari Tapanuli Utara. Ini merupakan aset bagi masyarakat Tapanuli Utara dan khususnya perajin ulos," ujarnya.