Sarmuji menyatakan pemerintah dapat mempertimbangkan upaya perbaikan ekosistem apabila diperlukan untuk mendukung produksi kendaraan double cabin di dalam negeri.
"Kalau ada keperluan untuk memperbaiki ekosistem mobil double cabin juga bisa kita lakukan," katanya.
Selain mendorong ekspor, Menperin meminta produsen otomotif Jepang itu untuk meningkatkan pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).
Ia mengapresiasi perusahaan otomotif asal Jepang itu telah mengembangkan kendaraan hibrida dan memiliki fasilitas produksi baterai hibrida yang produknya telah diekspor ke negara lain.
Namun, pemerintah mendorong perusahaan tersebut melangkah lebih jauh dalam pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.