NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyatakan siap menerapkan dekarbonisasi menggunakan teknologi carbon capture & utilization (CCU) pada seluruh industri.
"Proyek dalam rangka mengurangi atau menghilangkan emisi karbon ini selama sekitar dua tahun terakhir telah diuji coba di industri PT Petrokimia Gresik," kata Menperin kepada wartawan di Gresik, Jawa Timur, Jumat.
Dalam kunjungannya, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ini menyaksikan, selain benar-benar menurunkan emisi, penerapan teknologi hijau selama proses uji coba dekarbonisasi yang dilakukan di industri PT Petrokimia Gresik juga menghasilkan produk soda ash atau natrium karbonat yang bernilai ekonomi.
Persoalannya, lanjut dia, perusahaan atau industri enggan menerapkan dekarbonisasi karena dianggap sebagai unit cost atau tambahan biaya.
"Tapi dalam proyek ini kita bisa buktikan bahwa penerapan teknologi hijau dalam proses industri ternyata juga bisa menghasilkan manfaat yang lebih," ujarnya.
Produk soda ash yang dihasilkan dari proses dekarbonisasi merupakan bahan baku penting untuk memproduksi berbagai jenis kebutuhan industri.
Di antaranya menjadi bahan baku utama pembuatan kaca, kertas, keramik, tekstil dan produk lainnya yang selama ini harus didatangkan dari luar negeri.
Perusahaan lain yang dikunjungi Menperin Sarmuji di Gresik adalah produsen berbagai jenis kaca PT Xinyi Glass Indonesia yang telah diekspor ke sebanyak 45 negara.
Perusahaan asal Hong Kong ini mengungkapkan sekitar 20 persen bahan bakunya harus impor dari luar negeri, salah satunya adalah soda ash.
Menperin Sarmuji menilai PT Xinyi Glass Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial & Port Estate (KEK JIIPE) Gresik bisa menjadi offtaker atau pembeli soda ash yang telah dihasilkan dari proses dekarbonisasi PT Petrokimia.
"Tentunya kami masih terus evaluasi supaya uji coba dekarbonisasi yang telah dilakukan di PT Petrokimia Gresik bisa berlaku untuk skala industri sehingga nantinya dapat memenuhi kebutuhan soda ash secara global," ucapnya.