Perusahaan asal Hong Kong ini mengungkapkan sekitar 20 persen bahan bakunya harus impor dari luar negeri, salah satunya adalah soda ash.

Menperin Sarmuji menilai PT Xinyi Glass Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial & Port Estate (KEK JIIPE) Gresik bisa menjadi offtaker atau pembeli soda ash yang telah dihasilkan dari proses dekarbonisasi PT Petrokimia.

"Tentunya kami masih terus evaluasi supaya uji coba dekarbonisasi yang telah dilakukan di PT Petrokimia Gresik bisa berlaku untuk skala industri sehingga nantinya dapat memenuhi kebutuhan soda ash secara global," ucapnya.