Menurut dia, Indonesia juga menjadi negara dengan nilai tambah manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai tambah manufaktur Indonesia mencapai sekitar dua kali lipat Thailand yang berada di posisi kedua dengan 137 miliar dolar AS dan lebih dari dua kali Vietnam.
Menperin menambahkan, kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional juga terus meningkat selama empat tahun berturut-turut, yakni dari 18,34 persen, 18,67 persen, 18,98 persen, hingga mencapai 19,07 persen pada 2025.
"Jadi ketika banyak negara sedang kehilangan industrinya, Indonesia sedang membangun kembali industrinya. Ini modal besar," ujarnya.
Menperin menyampaikan industri nasional memiliki modal penting berupa pasar domestik yang besar. Indonesia memiliki 287,2 juta penduduk dengan konsumsi rumah tangga mencapai Rp12.834,8 triliun per tahun. Sebanyak 78,39 persen produk manufaktur nasional juga dijual di pasar domestik.