"Yang dulu sangat padat karya, sekarang sudah memasukkan teknologi yang sangat mungkin untuk penyerapan tenaga kerjanya menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
Sarmuji menilai percepatan pertumbuhan industri belum tentu diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Indonesia yang memiliki penduduk usia produktif dalam jumlah besar.
Sebagai salah satu solusi, pemerintah dapat mendorong pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri. Menurutnya banyak negara maju membutuhkan pekerja karena menghadapi stagnasi hingga penurunan jumlah penduduk.