Di tengah perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM juga memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan distribusi konvensional.

"Di era digital sekarang ini memasarkan produk jauh lebih mudah, produksi dari kampung sekalipun dengan teknologi informasi bisa dikenal sampai macam negara," katanya.

Kemudahan pemasaran digital tersebut membuka peluang bagi perajin di daerah untuk menjangkau konsumen lintas wilayah dan negara.

Namun, peluang itu perlu diikuti dengan kemampuan menjaga kualitas, mengembangkan desain, serta memenuhi kebutuhan pasar yang dituju.

Sarmuji juga menyoroti potensi sektor pariwisata dalam mendukung pemasaran produk fashion dan kerajinan lokal. Kehadiran wisatawan asing di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar suvenir, terutama produk yang memiliki karakter khas dan mengangkat pemanfaatan bahan alami.

Menurut dia, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui sinergi antara pelaku UMKM, sektor pariwisata dan pemangku kepentingan yang memiliki jaringan perdagangan internasional.