NADIKABAR.COM β Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji optimistis produk fesyen dan kerajinan ramah lingkungan buatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia mampu menembus pasar global, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan.
βPeluang pemasarannya sangat terbuka luas karena isu lingkungan, isu kesehatan sekarang menjadi perhatian masyarakat, menjadi fokus bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi masyarakat dunia,β ujar Sarmuji di Denpasar, Bali, Sabtu.
Menurut Sarmuji, produk berbahan baku alami memiliki daya tarik tersendiri di pasar internasional.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku industri kreatif untuk memperluas pemasaran hingga ke mancanegara.
Ia menjelaskan strategi pemasaran dapat diperkuat dengan membangun jejaring bersama komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Komunitas tersebut berpotensi menjadi pasar sekaligus sarana untuk memperkenalkan nilai dan keunggulan produk kepada konsumen yang tepat.
Di tengah perkembangan teknologi digital, pelaku UMKM juga memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jaringan distribusi konvensional.
"Di era digital sekarang ini memasarkan produk jauh lebih mudah, produksi dari kampung sekalipun dengan teknologi informasi bisa dikenal sampai macam negara," katanya.
Kemudahan pemasaran digital tersebut membuka peluang bagi perajin di daerah untuk menjangkau konsumen lintas wilayah dan negara.
Namun, peluang itu perlu diikuti dengan kemampuan menjaga kualitas, mengembangkan desain, serta memenuhi kebutuhan pasar yang dituju.
Sarmuji juga menyoroti potensi sektor pariwisata dalam mendukung pemasaran produk fashion dan kerajinan lokal. Kehadiran wisatawan asing di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar suvenir, terutama produk yang memiliki karakter khas dan mengangkat pemanfaatan bahan alami.
Menurut dia, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui sinergi antara pelaku UMKM, sektor pariwisata dan pemangku kepentingan yang memiliki jaringan perdagangan internasional.
Salah satu peluang yang dapat dijajaki adalah menghubungkan produk UMKM dengan fasilitas International Trade Promotion Center (ITPC) milik Kementerian Perdagangan.
Konektivitas tersebut berpotensi membantu mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan promosi dan pasar luar negeri.
βProduk berbasis alam memiliki peminat yang sangat tinggi di luar negeri, sehingga peluang ekspornya terbuka lebar,β ungkap Sarmuji.
Untuk memanfaatkan peluang itu, pelaku UMKM perlu membangun strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen, baik wisatawan yang berkunjung langsung maupun pembeli dari luar negeri yang dijangkau melalui kanal digital dan jaringan perdagangan.
Sinergi lintas sektor diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk kerajinan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Dengan dukungan promosi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan jejaring perdagangan, kata dia, produk UMKM Indonesia berpeluang menjangkau konsumen global secara lebih luas.