Selain itu, Erick juga mendorong program sertifikasi bagi mantan atlet disabilitas agar dapat terus berkarya dan mengajar di sekolah-sekolah khusus.
"Saya bisa, Bapak dan Ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor Pemuda dan Olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini," tegas Erick.
Mengenai kepemudaan, Erick juga menekankan pentingnya menggeser persepsi bahwa dinas di daerah hanya fokus pada urusan olahraga semata. Dengan 130 juta penduduk Indonesia yang berusia di bawah 30 tahun, sektor kepemudaan harus ditempatkan di barisan depan pembangunan nasional.
Erick juga menegaskan bahwa Kemenpora menyiapkan blueprint kepemudaan lewat peluncuran Career Hub, perluasan program magang bersama BUMN dan swasta, Wirausaha Youth Camp, hingga ruang berekspresi terkait isu mental health, ekonomi hijau, dan teknologi.