"Dari survei itu menunjukkan, kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak-anak di survei tersebut adalah kekerasan fisik, seperti dipukul, ditendang, ditampar, ada pengeroyokan, dilempar benda, dan sebagainya," ucap dia.
"Di survei tahun 2024, kami menambahkan satu indikator, kenapa angkanya sangat tinggi, satu dari dua anak di Indonesia, karena kami memasukkan indikator kekerasan emosional," tambahnya.
Arifah menyebut kekerasan emosional yang paling banyak dialami oleh anak-anak. Dirinya menyebut jika ada teguran dari orang tua kepada anak dengan nada yang tinggi, masuk kategori kekerasan emosional.