Prasetyo juga menyatakan Istana belum mengetahui secara rinci pihak yang menjadi dalang maupun penerima hasil sadapan.

"Secara detail belum, karena itu masih proses yang sekarang sedang dilakukan oleh teman-teman di kepolisian. Nanti pada waktunya pasti akan disampaikan kepada teman-teman media dan kepada seluruh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan isi percakapan yang disadap juga belum diketahui. Begitu pula pertanyaan apakah Wakil Presiden dan dirinya turut menjadi sasaran penyadapan, Prasetyo meminta publik menunggu hingga data lengkap.