NADIKABAR.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sulawesi Selatan memperkuat kesiapsiagaan dan memperluas edukasi kebencanaan, termasuk di Sekolah Rakyat.

"Saya ingin sampaikan secara khusus, sosialisasi Sekolah Rakyat Aman Bencana sangat penting. Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Ajakan tersebut disampaikan dalam Apel Siaga Bencana, Jambore, dan Konsolidasi Relawan Sosial Kebencanaan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Senin (26/10) malam.

Kegiatan yang diikuti 1.000 anggota Tagana dan 38 ketua tim tersebut menjadi ruang konsolidasi relawan untuk meningkatkan keterampilan, berbagi pengalaman, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana. Rangkaian jambore mencakup perlombaan keterampilan dan kekompakan, bakti sosial, donor darah, serta sosialisasi Sekolah Rakyat Aman Bencana.

Gus Ipul mengungkapkan pengetahuan tentang risiko bencana, jalur evakuasi, titik kumpul, komunikasi darurat, serta tindakan penyelamatan dasar perlu ditanamkan dan dilatih secara berkala. Ia berharap Tagana dapat mengambil peran aktif dalam membangun pemahaman tersebut.

Didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman selaku Komandan Tagana se-Sulawesi Selatan, Gus Ipul mengapresiasi atas pengabdian Tagana dalam membantu masyarakat di berbagai daerah. Ia menekankan jambore menjadi kesempatan bagi relawan untuk belajar bersama dan menguji kemampuan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

"Tagana bukan sekadar barisan relawan, melainkan kekuatan sosial yang hadir di tengah masyarakat ketika bencana terjadi. Membantu pada masa tanggap darurat, mendukung pemulihan, serta menguatkan kesiapsiagaan sebelum bencana datang," ucap Gus Ipul.

Dalam arahannya, Gus Ipul menyampaikan lima hal yang perlu menjadi perhatian seluruh anggota Tagana. Pertama, memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan teknis melalui penguasaan prosedur keselamatan, komunikasi, evakuasi, pertolongan awal, serta koordinasi di lapangan.

"Yang mau menyelamatkan orang lain harus terlatih. Jangan sampai kita mau menyelamatkan malah diri kita yang jadi korban atau malah merepotkan orang lain," ucapnya.

Kedua, menjunjung tinggi disiplin dan satu komando. Gus Ipul menekankan bahwa koordinasi menjadi kunci dalam penanganan bencana. Setiap anggota harus memahami tugas dan kewenangannya, mematuhi arahan komando, serta membangun komunikasi yang jelas.

"Kekompakan bukan hanya ditampilkan saat apel, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan," jelasnya.

Ketiga, mengutamakan kemanusiaan dan pelayanan tanpa diskriminasi. Tagana diminta hadir bagi seluruh warga yang membutuhkan, terutama anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, serta masyarakat yang menghadapi hambatan akses.

"Layani dengan empati, hormat, dan tanpa membeda-bedakan latar belakang," papar Gus Ipul.

Keempat, menjadikan edukasi kebencanaan sebagai gerakan bersama yang menjangkau sekolah, keluarga, dan komunitas. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui simulasi, penyebaran informasi yang benar, serta pengenalan langkah-langkah penyelamatan.

Kelima, merawat solidaritas dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas sosial, perangkat daerah terkait, dunia usaha, lembaga kemanusiaan, komunitas, dan masyarakat.

"Kekuatan Tagana akan semakin besar apabila bergerak bersama dan saling mendukung," sambungnya.

Di sela arahannya, Gus Ipul berulang kali menyerukan "Are you ready?" untuk membangkitkan semangat peserta. Ia juga mengajak sejumlah relawan senior naik ke panggung dan memberikan apresiasi atas pengabdian mereka.

"Yang di depan kita ini adalah teladan-teladan kita. Usia sudah di atas 70 tahun, tapi tetap semangat. Kita yang masih muda-muda jangan sampai kalah dengan semangat Bapak Ibu di depan ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gus Ipul bersama Gubernur Sulawesi Selatan turut menyerahkan piagam penghargaan kepada 24 ketua forum Tagana kabupaten/kota serta hadiah bagi pemenang perlombaan jambore.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Andi Winarno Eka Putra, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, Bupati Pangkajene dan Kepulauan Muhammad Yusran Lalogau, Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang, serta Plt. Bupati Gowa Darmawangsyah Muin. Hadir pula Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Malik Faisal, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Erwin Terwo, jajaran dinas sosial, para ketua tim/forum Tagana, serta seluruh anggota Tagana se-Sulsel.