NADIKABAR.COM — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan akurasi dan pemutakhiran data menjadi kunci utama untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Program-program pemerintah bergantung pada data yang akurat. Kalau kita mau memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi dan pemberdayaan sosial kepada masyarakat miskin serta anak-anak terlantar, maka harus dimulai dengan data yang akurat," katanya setelah kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial di Sasana Krida Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu malam.
Ia mengatakan, pemutakhiran data membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga perangkat desa dan pengurus rukun tetangga (RT) serta rukun warga (RW).
Menurut dia, pemerintah telah membangun sistem perlindungan sosial digital yang diuji coba di Kabupaten Banyuwangi pada 2025 dan mulai diterapkan secara nasional pada 2026.
Sistem tersebut tidak hanya menggunakan identitas nama dan alamat (by name by address), tapi juga dilengkapi pengenalan wajah (face recognition) atau biometrik untuk memastikan identitas penerima manfaat.
"Dengan data yang akurat itu kita akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Jangan sampai kita membantu orang yang tidak memenuhi kriteria atau bahkan membantu orang yang sudah meninggal," kata Gus Ipul.