NADIKABAR.COM β Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan siap mendalami dugaan kekerasan dalam kegiatan pendampingan siswa Sekolah Rakyat oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) dan menindaklanjuti temuan tersebut bersama pihak terkait.βJadi saya ingin mengetahui lebih lanjut dan nanti kita akan ambil langkah-langkah bersama dengan Universitas Pertahanan, kalau itu memang benar terjadi,β kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf kepada wartawan di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat.
Gus Ipul menegaskan, pendalaman diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut kejadian yang dilaporkan, sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan mahasiswa Unhan di Sekolah Rakyat.Sebelumnya, beredar informasi mengenai dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh kadet atau calon perwira dari Universitas Pertahanan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan pihaknya menyesalkan dugaan insiden kekerasan tersebut apabila terbukti terjadi karena tidak sesuai dengan tujuan kehadiran mahasiswa Unhan untuk memperkuat pendampingan dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.Secara umum, Gus Ipul menegaskan bahwa pendampingan yang melibatkan sekitar 1.500 mahasiswa dan pengasuh Unhan selama dua minggu terakhir berjalan dengan baik. Namun, dugaan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan pendampingan ke depan.βNanti akan kami dalami lebih lanjut dan ini pasti akan kita tindak lanjuti, tidak akan kita diamkan dan sebagai bahan evaluasi kita,β ujar dia.Ia menjelaskan mahasiswa Unhan yang bertugas mendampingi siswa Sekolah Rakyat tidak bekerja sendiri, tetapi didampingi pengasuh yang berkoordinasi dengan kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan sekolah tersebut.