NADIKABAR.COM — Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pekalongan memperluas jangkauan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Gerakan ini mendorong aparatur sipil negara (ASN), pendamping sosial, penyuluh, dan masyarakat untuk menjadi Agen Perlinsos yang membantu warga supaya dapat akses layanan bantuan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menerima audiensi Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).
Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah agar proses registrasi dan pengusulan bantuan sosial (bansos) dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan akses maupun kemampuan menggunakan teknologi digital.
"Utamakan tetangga sama saudara dulu," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Menurut Gus Ipul, Perlinsos Digital merupakan registrasi ulang dan pembukaan kesempatan bagi warga untuk mengusulkan diri sebagai calon penerima bantuan. Proses registrasi ulang dilengkapi dengan verifikasi biometrik melalui pengenalan wajah (face recognition).
"Jadi semua penerima bansos kita registrasi ulang, warga boleh mengusulkan untuk ingin mendapatkan bansos. Mesin yang akan jawab (kelayakan), bukan orang lagi," jelas Gus Ipul.
Sementara itu, usulan penerima bantuan akan diproses melalui sistem yang terhubung dengan berbagai sumber data pemerintah, termasuk data kendaraan bermotor, pertanahan, kelistrikan, dan kepemilikan perusahaan. Integrasi tersebut bertujuan memperkuat verifikasi kondisi sosial ekonomi warga agar penyaluran bansos semakin tepat sasaran.
Ia menegaskan, digitalisasi tidak boleh membuat masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi justru kesulitan mengakses layanan. Karena itu, keberadaan Agen Perlinsos menjadi penting untuk mendampingi warga dalam proses registrasi, pengusulan, maupun penyampaian sanggahan.
Gus Ipul mencontohkan uji coba di Kabupaten Banyuwangi pada tahun sebelumnya. Dalam uji coba tersebut, sekitar 80 persen penduduk telah melakukan pendaftaran, dengan 90 persen proses pendaftaran dibantu agen atau pihak lain. Data ini menunjukkan bahwa pendampingan langsung masih sangat dibutuhkan dalam memperluas akses layanan digital.
Untuk memperluas gerakan tersebut, Gus Ipul meminta kepala daerah menggerakkan ASN dan berbagai unsur masyarakat agar bersedia menjadi Agen Perlinsos. Pendamping desa, penyuluh, relawan, serta unsur lainnya dapat dilibatkan untuk membantu warga sekitar di lingkungan masing-masing.
"Bantu kami untuk (perluas) Agen Perlinsos. Dorong ASN, dorong semua untuk mau jadi agen. Gampang caranya. Hanya masuk aplikasi pakai IKD, face recognition, foto, sudah. Jadi Agen Perlinsos. Setelah itu baru membantu orang lain. Utamakan tetangga sama saudara dulu," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan, Yulian Akbar turut mendaftar sebagai Agen Perlinsos. Ia juga mencoba mengajukan registrasi untuk menguji sistem Perlinsos Digital. Namun, pengajuannya ditolak karena sistem mencatat dirinya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
"Tambah satu lagi, Pak Mensos, Agen Perlinsos di Pekalongan," ujar Yulian sambil menunjukkan layar gawainya yang telah terdaftar sebagai Agen Perlinsos.
Hingga Selasa (13/10), lebih dari 7,7 juta orang di seluruh Indonesia telah mendaftar dalam sistem Perlinsos Digital. Kemensos terus mendorong perluasan pendaftaran dan pembentukan agen agar layanan ini menjangkau lebih banyak masyarakat.
Di Kabupaten Pekalongan, tercatat 10.082 keluarga telah terdaftar dalam sistem Perlinsos. Sementara itu, di Kabupaten Bandung Barat tercatat 9.730 keluarga. Perluasan jangkauan pendaftaran masih diperlukan agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan perlindungan sosial.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kesempatan tersebut, Tenaga Ahli Menteri Sosial Fajar Wahyu Hermawan, Tenaga Ahli Mensos Virgo Sulianto, dan Sekretaris Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Herman Koswara. Hadir pula Kepala Dinsos Bandung Barat Idad Saadudin, Kepala Dinas Perhubungan Asep Dendih dan Kepala Bapelitbangda Toni Prihantoro serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pekalongan Trisno Suharsanto.
Adapun masyarakat yang ingin menjadi Agen Perlinsos perlu menyiapkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang telah aktif serta Nomor Induk Kependudukan (NIK). Calon agen juga harus mengikuti proses verifikasi identitas, termasuk verifikasi wajah (face recognition).
Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi Agen Perlinsos Kemensos. Berikut langkah-langkah pendaftarannya:
1. Buka portal resmi agent-perlinsos.kemensos.go.id2. Pilih menu "Daftar Menjadi Agen".3. Masukkan 16 digit NIK.4. Lakukan verifikasi wajah (face recognition).5. Lengkapi data diri sesuai formulir yang tersedia.6. Pilih tipe agen sesuai ketentuan.7. Baca dan setujui Pernyataan Komitmen Agen.8. Klik "Daftar" untuk menyelesaikan proses pendaftaran.