"Yang input ini adalah operator data desa, RT-nya boleh bekerja bagus, pendampingnya bagus, semua bagus, kalau operatornya ini inputnya salah, salah semua. Jadi kalau dari sini, terlihat itu pentingnya operator data," jelasnya.
Untuk membuka keterlibatan masyarakat, Gus Ipul menjelaskan pemutakhiran bisa dilakukan dengan jalur partisipatif melalui beberapa kanal seperti, Aplikasi Cek Bansos, Call Center, WhatsApp Center, serta Perlinsos Digital.
Gus Ipul menambahkan, melalui Perlinsos digital, setiap masyarakat dapat mendaftarkan diri atau melakukan registrasi ulang untuk memperoleh bansos. Namun, masyarakat yang mendaftar tidak otomatis ditetapkan sebagai penerima bansos karena keputusan tetap mengacu pada hasil verifikasi oleh sistem dan kriteria kelayakan yang berlaku.
Sebagai informasi, kegiatan turut dihadiri sekitar 524 peserta, terdiri dari operator data desa/kelurahan, operator data Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Sosial yang berasal dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Turut hadir Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kemensos, serta jajaran Kepala Dinas Sosial se-Sulawesi Selatan.