Bahkan, terdapat anak usia 17 - 18 tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan formal serta belum bisa membaca, sehingga memerlukan proses rehabilitasi dan penyetaraan terlebih dahulu di sentra-sentra milik kementerian.
Melalui pendekatan berbasis multientry-multiexit serta tata kelola terarah jumlah siswa yang mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat secara nasional kini telah mencapai lebih dari 44.000 anak.
"100 Sekolah Rakyat permanen telah dibangun, 93 diantaranya telah digunakan, dan 7 lainnya dalam proses pembangunan. Sementara Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan sebanyak 82 titik, sehingga total jumlah Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi sebanyak 182 titik dengan 44 ribu siswa," kata dia.
Saifullah menegaskan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).