"Kita sudah melakukan uji coba di Banyuwangi. Ada 60 persen masyarakat Banyuwangi melakukan daftar ulang dan juga mengajukan bansos. Itu yang daftar secara mandiri 10 persen, sisanya dibantu oleh agen-agen bansos (perlinsos)," katanya.

Karena belum semua masyarakat bisa mengakses layanan digital, kata dia, agen bansos atau yang biasa disebut relawan memberikan bantuan, terutama memasukkan data.

"Karena tidak semua masyarakat memiliki smartphone. Atau yang kedua, dia memiliki smartphone mungkin enggak ngerti cara. Atau yang ketiga, dia punya smartphone dan ngerti caranya tetapi tidak percaya diri untuk mendaftar," katanya

Untuk tahap pertama ini, kata dia, diperlukan agen-agen perlinsos, yaitu relawan-relawan yang bersedia membantu masyarakat, terutama tetangganya untuk bisa masuk ke dalam sistem layanan digital bansos.

"Sudah kita uji cobakan di Banyuwangi, sekarang kita uji cobakan di beberapa kabupaten/kota, termasuk Kota Semarang dan terus diperluas, sementara perlinsos.kemensos.go.id sudah bisa diakses secara nasional," katanya.