Terkait kasus pengeroyokan antarsiswa di sekolah rakyat di Pati, ia mengaku pihaknya masih melakukan mitigasi berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mencarikan solusi terbaik.

"Itu sedang dimitigasi, mungkin ada kesalahpahaman atau mungkin ada hal-hal yang tidak terpantau oleh tenaga pendidikan di sana," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan orang tua korban dan pelaku untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

"Kita tidak akan juga membiarkan, tapi kita akan carikan solusi terbaik,dan ini menjadi bahan evaluasi buat kami juga. Tentu ini akan kita tangani dengan prosedur yang ada," katanya.

Sebelumnya, siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Kabupaten Pati diduga menjadi korban pengeroyokan oleh belasan temannya karena dituduh mengambil sabun cuci muka sehingga harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.