NADIKABAR.COM — Persoalan data kemiskinan atau desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belakangan menjadi sorotan karena dianggap tak sesuai realita di lapangan. Banyak warga mengeluh status kesejahteraannya naik di data, padahal kondisi ekonominya masih sulit.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan, pergeseran data desil ini dipicu oleh masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN ke dalam DTSEN Volume 3. Namun, ia memastikan data tersebut kini telah dirapikan melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Pemerintah mengeklaim terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data demi mengejar akurasi. Proses perbaikan ini melibatkan berbagai sumber, termasuk verifikasi langsung bersama pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

"Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat," kata Gus Ipul dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).