Karena itu, pemerintah berupaya memastikan kebijakan yang dijalankan memberikan dampak nyata terhadap keberlangsungan usaha dan peningkatan kesejahteraan mereka.

Mentan juga menyoroti persoalan tata niaga telur, ketika harga di tingkat peternak mengalami tekanan, sementara harga di tingkat konsumen masih tinggi.

Ia menegaskan pemerintah akan mengawal agar peternak memperoleh harga yang sesuai dengan ketentuan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti praktik pembelian yang tidak sesuai.

β€œJangan ganggu petani-peternak kita. Ini bayangkan, ini telur harga di peternak, jatuh. Harga di konsumen, tinggi,” ujarnya.

Melalui penguatan koperasi, integrasi produksi jagung, penyerapan Bulog, dan mekanisme penyimpanan melalui resi gudang, Kementan mendorong terbentuknya ekosistem peternakan yang lebih terjamin.

"Skema ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani jagung, menjaga ketersediaan pakan bagi peternak, serta mengurangi tekanan akibat fluktuasi pasokan dan harga," katanya.