Ia mengatakan transformasi pertanian harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan menetapkan komoditas unggulan berdasarkan potensi wilayah serta membangun rantai pasok yang terintegrasi untuk kesejahteraan masyarakat petani.

Ia menekankan langkah tersebut menjadi solusi permanen untuk meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus menekan kemiskinan dan pengangguran melalui pemberdayaan masyarakat serta penguatan sektor pertanian yang lebih maju.

Lebih lanjut dia mengatakan pengembangan padi menjadi salah satu contoh program yang dikawal pemerintah melalui peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan dengan dukungan irigasi pompanisasi serta pendampingan petani agar hasil panen semakin meningkat.

Amran menjelaskan produktivitas padi perlu diperkuat agar Indonesia memiliki ruang lebih besar dalam mengembangkan komoditas strategis lainnya seperti kedelai, bawang putih, jagung, dan pangan prioritas masa depan.

Kementerian Pertanian juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam menghadirkan riset dan inovasi yang sesuai kebutuhan petani sehingga peningkatan produksi dapat berlangsung secara efisien berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

Karena itu, Amran menilai Wamentan Alim dengan latar belakang akademisi mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam penerapan teknologi pertanian modern di berbagai wilayah untuk meningkatkan hasil produksi.