NADIKABAR.COM β€” Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons cepat kebutuhan petani dan peternak melalui percepatan bantuan produksi jagung, penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penguatan koperasi sebagai penghubung rantai pasok.

β€œPetani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita,” kata Mentan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Mentan merespons langsung kebutuhan petani dan peternak dengan menginstruksikan sejumlah tindak lanjut konkret, mulai dari pengembangan jagung seluas 500 hektare hingga pemenuhan pasokan jagung SPHP bagi koperasi peternak terutama di Blitar, Magetan, dan Lamongan.

Dalam dialog bersama peternak dan petani jagung di Blitar, Mentan bahkan menyetujui langsung permintaan tersebut di atas secarik kertas untuk segera ditindaklanjuti jajarannya.

Salah satu permintaan disampaikan Nur Syamsudin, peternak asal Blitar yang mengembangkan usaha di Kalimantan Tengah. Ia menyatakan kesanggupannya mengembangkan lahan jagung bersama petani setempat seluas 500 hektare.

β€œKalau 500 hektare mampulah,” ujar Nur saat ditanya Mentan Amran mengenai kapasitas pengembangan lahan.

Mentan langsung meminta agar komitmen tersebut dicatat dan dikoordinasikan dengan jajaran terkait. Pengembangan jagung ini menjadi bagian dari sistem yang menghubungkan petani jagung, koperasi, dan peternak dalam satu ekosistem usaha.