Selain itu, Wamentan Alim akan memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mendorong inovasi, riset, dan penerapan teknologi dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan.

"Yang (Wamentan berlatar belakang) akademisi, beliau fokus kepada peningkatan produktivitas kedelai, PMAAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), kemudian bawang putih, yang belum swasembada. Kita kolaborasi dengan perguruan tinggi seluruh Indonesia," ujarnya.

Sementara untuk Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa yang berlatar belakang militer difokuskan mengeksekusi program optimalisasi lahan, pompanisasi, serta percepatan pencetakan sawah baru di berbagai daerah Indonesia.

Amran menilai pembagian tugas berdasarkan kompetensi akan mempercepat pencapaian target produksi sekaligus memperkuat koordinasi pelaksanaan berbagai program strategis di lingkungan Kementerian Pertanian.