"Kita tidak bisa sukses tanpa kolaborasi. Kalau ada pemimpin yang mengatakan 'saya', itu awal kehancuran. Tapi kalau kita mengatakan 'bersama', semua bisa bergerak. Sukses itu akumulasi, harus holistik," ungkapnya.

Amran juga mengingatkan tantangan ke depan bukan lagi sekadar persoalan keamanan konvensional. Menurutnya, persaingan global saat ini semakin bertumpu pada penguasaan pangan, energi, dan sumber daya strategis lainnya.

"Sekarang perang bukan lagi soal senjata. Senjata terbaik adalah pangan, energi, dan air. Karena itu pangan dan energi harus kita perkuat sesuai arahan Bapak Presiden," tegasnya.

Selain kompetensi dan kemampuan teknis, Amran menilai karakter merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin.

"Yang membuat seseorang sampai ke puncak bukan karena pendidikan, bukan karena kekayaan, tetapi karena karakter. Karakter yang membuat orang sukses di segala sektor," ujarnya.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Kombes Pol Boy J Situmorang mewakili peserta didik Sespimti Polri menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdiskusi langsung dengan Amran.

Menurutnya, berbagai capaian Kementerian Pertanian serta pengalaman kepemimpinan yang dibagikan menjadi pembelajaran berharga bagi calon pimpinan Polri ke depan.

"Hari ini kami sangat senang sekali bisa langsung diterima oleh Bapak Menteri Pertanian. Beliau menjelaskan capaian-capaian Kementerian Pertanian yang luar biasa dan memberikan banyak insight bagi kami calon pemimpin Polri ke depan," ujar Boy.