Mulai dari penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan jagung yang lebih terjamin, kepastian penyerapan hasil panen, efisiensi regulasi penyaluran pupuk bersubsidi, penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, dan berbagai kebijakan yang pro kepada petani.
βKita ingin petani semakin sejahtera. Negara harus hadir melindungi dan memberikan jaminan bagi petani. Jika petani semangat untuk bertani, swasembada pangan berkelanjutan dapat terwujud,β ucapnya.
Kementerian Pertanian terus mendorong agar peningkatan produksi pangan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Penguatan harga hasil panen, kemudahan akses sarana produksi, pembangunan irigasi, mekanisasi, serta peningkatan produktivitas menjadi bagian dari upaya menjaga agar pertumbuhan sektor pertanian memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi petani.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (2/11) kenaikan NTP ditopang peningkatan harga di tingkat petani sebesar 1,55 persen.
Sementara itu, pengeluaran petani untuk konsumsi rumah tangga dan biaya produksi hanya meningkat 0,41 persen. Artinya, nilai hasil pertanian yang dijual petani tumbuh lebih cepat dibandingkan kenaikan pengeluaran mereka.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan sejumlah komoditas menjadi pendorong utama kenaikan harga yang diterima petani pada Oktober, terutama karet, jagung, cabai merah, dan gabah.