NADIKABAR.COM β Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menjaga produksi padi melalui pompanisasi dan pengelolaan air, sehingga produksi nasional tetap meningkat meski menghadapi ancaman El Nino.
"Pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi tetap berjalan, terutama melalui penguatan pengelolaan air dan optimalisasi pompanisasi di wilayah yang menghadapi keterbatasan air," kata Mentan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air dan petani dapat mempertahankan aktivitas produksi.
Mentan menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan petani menghadapi tantangan produksi sendirian. Pemerintah terus turun langsung untuk memperkuat dukungan sarana produksi sekaligus menjaga ketersediaan air bagi pertanian.
βKami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,β ujar Amran.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi nasional periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 0,07 persen dibandingkan periode sama tahun lalu meski menghadapi tantangan iklim.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan angka tersebut merupakan hasil penghitungan berdasarkan luas panen dan produktivitas padi yang telah berstatus angka tetap.
βProduksi padi dari Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,07 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,β kata Ateng.