Produksi padi nasional tetap tumbuh sepanjang delapan bulan pertama 2026, meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca dan potensi El Nino.

Kenaikan produksi tersebut juga tercermin dari luas panen. BPS mencatat luas panen padi pada Januari-Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare, meningkat 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

β€œLuas panen padi pada Januari sampai dengan Agustus 2026 mencapai 8,32 juta hektare atau naik sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ateng.

Pertumbuhan produksi padi turut menopang produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. BPS mencatat produksi beras pada Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

β€œDengan demikian untuk produksi beras pada kondisiJanuari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujarnya.

Capaian tersebut menjadi penting karena produksi padi berlangsung di tengah tantangan iklim yang perlu diantisipasi. Potensi El Nino yang diperkirakan terjadi dengan intensitas kuat dapat meningkatkan risiko kekeringan dan mempengaruhi ketersediaan air untuk pertanian.

Namun, hingga Agustus 2026, produksi padi nasional masih menunjukkan pertumbuhan.