Keterlibatan pemerintah daerah tersebut diarahkan untuk mempercepat penyiapan lahan, pemetaan potensi wilayah, serta pengembangan komoditas yang sesuai dengan kebutuhan industri bioetanol.

Mentan mengungkapkan pengembangan kawasan bioetanol membutuhkan lahan sekitar 1 juta hingga 2 juta hektare untuk menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

Dia pun menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pemanfaatan lahan yang tersedia dan sesuai untuk pengembangan tanaman energi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Lebih lanjut, Amran menuturkan pembangunan industri bioetanol akan melibatkan BUMN dan sektor swasta melalui kerja sama investasi untuk mempercepat pelaksanaan program.

Dia menilai kepastian lahan merupakan faktor penting agar investasi industri bioetanol dapat berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan pengembangan bioetanol juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi petani karena nilai energi yang sebelumnya dinikmati negara lain dapat berputar di dalam negeri.