Pemerintah ingin memastikan peternak memperoleh pakan dengan harga terjangkau, memiliki kepastian pasar, serta tidak terus menanggung kerugian ketika terjadi kelebihan produksi.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani dan peternak harus didukung oleh ekosistem usaha yang sehat.

Produksi yang meningkat perlu diimbangi ketersediaan bahan baku, penyerapan hasil, dan industri yang mampu mengolah kelebihan produksi menjadi produk bernilai tambah.

Mentan juga menyoroti pentingnya memperkuat konsumsi protein masyarakat melalui ketersediaan sumber pangan yang beragam, termasuk ikan, ayam, dan telur.

Menurutnya, penguatan produksi protein dalam negeri perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga keterjangkauan harga dan memperluas pasar.

"Intinya, bagaimana ekonomi bergerak dan bagaimana peternak jangan dipersulit. Pakan tersedia dengan baik, kemudian harga telur dan daging stabil. Kita ingin peternak untung dan kesejahteraannya meningkat," ujarnya.

Melalui pembangunan tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging, pemerintah mendorong transformasi peternakan nasional dari sektor yang bertumpu pada penjualan produk segar menjadi industri terintegrasi yang memiliki kemampuan mengolah, menyimpan, dan memasarkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi lintas kementerian, keterlibatan peternak, serta peluang kemitraan dengan swasta, penguatan ekosistem ini diharapkan mampu memperkuat pasar domestik, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak Indonesia.