NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menyiapkan pembangunan tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging sebagai solusi permanen untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional.

"Langkah ini ditujukan untuk memperluas pasar hasil produksi peternak, menjaga stabilitas harga, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor," kata Mentan, dalam keterangannya, yang terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ia menyampaikan pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku pakan, penguatan produksi petani dan peternak, hingga penyerapan serta pengolahan hasil produksi.

"Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun," ujar Amran.

Mentan menegaskan pembangunan industri pengolahan menjadi langkah mendasar agar persoalan pemasaran hasil peternakan tidak terus berulang.

Menurutnya, pemerintah perlu menghadirkan solusi jangka panjang yang mampu menyerap kelebihan produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar produk segar.

"Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat. Harapannya, setelah ekosistem ini berdiri, persoalan yang sama tidak terus berulang," tegasnya.

Ia menjelaskan pembangunan tiga pabrik tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pemerintah memperkirakan kebutuhan awal investasi sekitar Rp200 miliar per pabrik, dengan kemungkinan meningkat menjadi Rp250 miliar untuk fasilitas yang mencakup pengolahan daging.

Amran meminta jajaran terkait mengawal proses persiapan agar perencanaan, kebutuhan anggaran, dan pembangunan fasilitas dapat segera ditindaklanjuti.