Bantuan itu telah disalurkan sejak tahap pertama Februari-Maret, tahap kedua Juli-September 2026, kemudian berlanjut tahap tiga Oktober hingga Desember 2026.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menambah alokasi beras program SPHP sebanyak satu juta ton, untuk memperkuat pasokan beras di pasar serta menjaga kestabilan harga.
Sebelumnya, alokasi beras SPHP tahun 2026 telah ditetapkan sebesar 828 ribu ton. Namun, seiring penyaluran yang berjalan dan stok yang semakin berkurang, pemerintah menambah pasokan sebesar satu juta ton.
Mentan menyampaikan kombinasi operasi pasar, bantuan pangan, dan tambahan SPHP diharapkan mampu mendorong penurunan harga beras dalam waktu dekat.
Menurut dia, ketersediaan stok beras pemerintah saat ini mencukupi sehingga distribusi kepada masyarakat dapat terus dilakukan melalui berbagai jalur penyaluran.