"Ini sudah dua tahun didemo. Ini rakyat kita, ini saudara kita, ini anak kita," kata Amran saat menghubungi BWS.
"Apa bisa, bagaimana programnya progresnya?Karena ini sudah dicek dulu," lanjutnya.
Amran menegaskan persoalan air tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena langsung berkaitan dengan keberhasilan panen petani.
"Kalau tidak ada anggarannya, saya pindahkan dari Kementerian Pertanian. Bisa?," tegas Amran.
"Berapa biayanya? Bisa tidak selesai masalah ini? Inilah gunanya kita melayani rakyat," sambungnya.
Dalam komunikasi tersebut, Amran juga meminta agar persoalan irigasi di sejumlah kecamatan yang disampaikan petani, antara lain Kroya, Gantar dan wilayah sekitarnya, segera dikawal hingga tuntas.
Amran kemudian meminta agar pengerjaan infrastruktur irigasi yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum RI (PU) segera diselesaikan. Ia meminta target penyelesaian tidak berlarut-larut.
"Kalau tidak selesai, berapa lama pengerjaan irpom? Dua bulan?," ujar Amran.
Amran bahkan menegaskan akan meminta pertanggungjawaban pejabat terkait apabila persoalan tersebut tidak dituntaskan sesuai upaya.
Amran juga meminta koordinasi antara Kementan dan Kementerian PU diperkuat. Kementan, kata dia, siap mendukung kebutuhan pompa, sementara pembangunan saluran irigasi menjadi bagian yang perlu ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
Amran merespons dengan meminta agar kelembagaan petani diperkuat sehingga bantuan dapat dikelola dengan baik. Ia juga menyatakan akan menambah bantuan traktor.
Untuk kebutuhan tersebut, Amran memastikan bantuan 24 unit hand tractor akan diberikan untuk 24 basis petani. Selain itu, dua unit traktor besar juga akan ditambahkan.
"Traktor kurang saya urusi. Besok kirim. Malah saya tambahkan," tegas Amran.
Dalam dialog tersebut, para petani juga menyampaikan kendala kelembagaan dalam mengakses bantuan pemerintah. Mereka berharap bantuan dapat diberikan secara langsung kepada kelembagaan yang benar-benar dibentuk dan dijalankan petani.
Menanggapi, Amran meresmikan kelompok petani 'Maju Berani Berjuang' yang dibentuk oleh petani Indramayu.
"Namanya 'Kelompok Maju Berani Berjuang', saya resmikan hari ini," ujar Amran.
Amran meminta agar kelompok tersebut menjadi wadah yang bertanggung jawab dalam mengelola bantuan pertanian.