"Jadi ini kelompok baru ya, 'Kelompok Maju Berani Berjuang'. Ini menteri yang resmikan 'Kelompok Maju Berani Berjuang'," katanya.

Amran juga menegaskan penyaluran bantuan harus benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan dan tidak boleh terhambat oleh birokrasi di tingkat bawah.

Petani juga menyampaikan adanya persoalan distribusi pupuk. Mereka mengeluhkan masih ada petani yang belum memperoleh pupuk sesuai kebutuhan.

Terkait hal ini, Amran langsung menghubungi pihak PT Pupuk Indoensia yang bertanggung jawab atas distribusi pupuk untuk meminta persoalan tersebut diselesaikan.

"Kenapa ini ada masalah pupuk? Ini minta tambah pupuk. Selesaikan ya. Ini ada 1.000 orang di sini," kata Amran.

Dengan langkah tersebut, Amran meminta agar persoalan pupuk yang disampaikan petani tidak berhenti sebagai aspirasi, tetapi segera ditindaklanjuti di lapangan.

Kebutuhan benih juga menjadi bagian dari aspirasi petani. Menanggapi kebutuhan tersebut, Mentan Amran memberikan bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.000 hektare.

"Jadi gini, butuh benih padi? Aku kasih 1.000 hektare. Aku kasih ketua kelompok. Dua hari tiba," ujar Amran.

Amran meminta petani segera melaporkan apabila bantuan yang diberikan belum mencukupi kebutuhan.

Di samping itu, Amran menegaskan pertemuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk mendengarkan dan menyelesaikan persoalan petani secara langsung.

Lebih lanjut, Amran mengatakan petani merupakan bagian penting dari kekuatan pangan nasional sehingga persoalan yang mereka hadapi harus diselesaikan bersama.

"Tahu tidak, petani anak saya? Petani padi 115 juta. Itu harus dimudahkan," ujar Amran.

Amran menegaskan dirinya tidak membedakan petani berdasarkan jumlah yang datang menyampaikan aspirasi.

"Ini baru 1.000 datang sudah pening kita. Bagaimana kalau 115 juta datang?," kata Amran.

"Tapi saya sebagai bapaknya, saya wajib melayani. Apa pun, siapa pun ada," lanjutnya.

Amran juga meminta agar petani tidak perlu menempuh jalur birokrasi yang panjang ketika terdapat persoalan di sektor pertanian. Untuk bantuan yang menjadi kewenangan Kementan, ia meminta agar koordinasi dilakukan langsung dengan kelompok petani yang telah dibentuk.

"Kalau di bawah saya, langsung. Kalau pertanian di bawah sini, saya urusi. Pertanian, kelembagaan saya urusi," pungkasnya.