NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuding mafia pangan berada di balik tingginya harga ayam dan telur di pasaran. Ia menilai ada pihak-pihak yang sengaja mempermainkan harga sehingga konsumen harus membayar mahal, sementara peternak justru merugi akibat rendahnya harga jual.
Tudingan tersebut disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026. Ia menyoroti kondisi yang dinilainya janggal lantaran harga ayam dan telur di tingkat konsumen meningkat, tetapi ribuan peternak justru menggelar demonstrasi di DPR akibat anjloknya harga di tingkat produsen.
"Ini anomali, Pak. Perlu kami sampaikan. Ini dulu, kalau ini dijadikan kambing hitam dulu, stok tidak ada. Kalau stok tidak ada, harga naik. Sekarang lebih anomali benar. Karena yang punya ayam, produsen ayam dan telur, itu demo kemarin, karena harga turun. Hancur," ujar Amran dalam rapat di Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Amran menyebut harga ayam di tingkat produsen hanya mencapai Rp 20.000, padahal seharusnya berada di kisaran Rp 26.000. Sementara itu, harga di tingkat konsumen justru bisa mencapai Rp 40.000 hingga Rp 50.000.