Melalui penguatan inkubator kampus ini, kata Maman, akan mampu menjawab kompleksitas persoalan UMKM yang tidak hanya berkaitan dengan permodalan, tetapi juga perizinan, sertifikasi, dan akses pasar.
Ia pun mengingatkan pembinaan yang tidak berkesinambungan berisiko membuat UMKM berhenti berkembang meskipun sebelumnya telah memperoleh dukungan pembiayaan.
Ia menambahkan, penguatan kualitas produk juga menjadi bagian penting agar UMKM tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik tetapi memiliki peluang memperluas pasar ke mancanegara.
"Makanya kita bersama-sama dengan kampus kita hidupkan inkubator, dan mudah-mudahan dari kebijakan ini lahir usaha-usaha mikro kecil dan menengah yang berkualitas dan bagus untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita," katanya.