Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi pelaksanaan Program Magang Nasional yang dijalankan oleh BRI, terutama dari sisi pendampingan mentor dan penyusunan program pembelajaran yang terstruktur selama enam bulan.
Menurutnya, mentor di BRI berperan aktif dalam merancang secara rinci proses pembelajaran peserta, mulai dari kompetensi yang perlu dipelajari, praktik kerja yang dijalankan, hingga proyek yang dikelola selama masa magang. Proses tersebut diharapkan dapat mempersiapkan peserta untuk mengikuti sertifikasi profesi pada akhir program.
“Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik. Mentor membantu menyiapkan secara detail selama enam bulan peserta akan belajar apa, mempraktikkan apa, dan mengelola proyek apa. Harapannya, sampai akhir bulan keenam mereka sudah memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli.
Sebagaimana diketahui, Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, serta memahami kebutuhan dunia industri secara langsung. Pada 2026, program tersebut menargetkan 150 ribu peserta untuk mendapatkan kesempatan magang dan pengalaman kerja selama enam bulan. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia industri setelah menyelesaikan program.
“Bagi BRI, keterlibatan dalam Program Magang Nasional merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Sebagai perusahaan yang memiliki jaringan luas hingga berbagai wilayah dan melayani jutaan pelaku UMKM, BRI memandang pengembangan human capital sebagai bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Hery Gunardi.