NADIKABAR.COM — Direktur Eksekutif GREAT Institute Sudarto menilai kinerja Presiden Prabowo Subianto pada tahun pertama menandai perubahan orientasi pemerintah, kemudian tahun kedua memperlihatkan keberpihakan pemerintah diterjemahkan menjadi prioritas anggaran, pelayanan masyarakat, dan penggunaan kewenangan negara.
Menurut dia, transformasi tersebut memiliki makna ekonomi sekaligus politik, di mana negara mengambil tanggung jawab lebih besar untuk mengoreksi pemusatan manfaat ekonomi pada kelompok terbatas dan memperluas akses rakyat terhadap kebutuhan dasar serta sumber daya ekonomi.
"Yang kami apresiasi dari Presiden Prabowo adalah keberanian politiknya menggunakan kewenangan negara untuk mengoreksi pemusatan manfaat ekonomi dan memperluas kesejahteraan rakyat," kata Sudarto dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.
Dia menilai keberpihakan Prabowo diterjemahkan ke dalam prioritas anggaran, perlindungan pekerja, dan penertiban penguasaan sumber daya setelah pergeseran paradigma. Negara, kata dia, mengambil tanggung jawab lebih besar atas arah dan pembagian hasil pembangunan.
Pada era Prabowo, ekonomi tumbuh 5,11 persen pada 2025, kemudian pertumbuhan pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen, tertinggi untuk triwulan I sejak 2012 berdasarkan perbandingan seri BPS.