Pada saat yang sama, menurut dia, persentase penduduk miskin turun dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Jumlahnya berkurang sekitar 1,13 juta orang, dari 24,06 juta menjadi 22,93 juta.
Menurut dia, kombinasi penguatan ekonomi dan berkurangnya jumlah penduduk miskin memberi dasar yang semakin nyata bagi agenda kesejahteraan.
Selain itu, dia mengatakan penindakan kasus korupsi dan pemulihan sumber daya publik memperoleh hasil keuangan yang terukur. KPK melaporkan pemulihan aset Rp1,531 triliun pada 2025, lebih dari dua kali nilai pada 2024.
Pengembalian aset tersebut, kata dia, menunjukkan hasil penegakan hukum yang memperkuat sumber daya publik, melalui kerja lembaga antikorupsi sesuai kewenangannya.
Dia menilai penguasaan kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat tersebut juga menjadi capaian politik Presiden Prabowo.